Dan, kenyamanan itu bisa saja ada
orang lain yang merasa kurang nyaman jika ada orang nyaman di suatu tempat. Ada
yang merasa senang jika menguasainya dan rasa nyaman itu berpindah pada
dirinya. Ia akan senang jika berhasil menguasai kenyamanan orang lain.
Berawal dari ingin menguasai dan
mengambil kenyamanan orang lain, muncullah pertentangan antar pihak yang ingin
menguasai dan mempertahankan. Pamer kekuatan pun muncul. Segala cara untuk
menang dilakukan oleh masing-masing pihak. Semua merasa paling berhak untuk
menggapai keinginannya. Kenyamanan menjadi terusik dan penikmat kenyamanan
merasa terancam. Kenyamanan yang seharusnya menjadi tempat menikmati hidup
berubah menjadi “peperangan” merebut nyaman, saling mengancam, saling mempertahankan.
Disisi lain, ancaman diperlukan. Orang
yang sudah terbiasa di zona nyaman padahal dia dalam posisi tidak benar, akan
merasa benar jika kondisi ‘benar’ yang sesungguhnya disodorkan padanya. Orang yang
sudah lama membuat tempat tinggal dan menempatinya di bantaran sungai yang
mengganggu kenormalan sungai, atau di tanah negara yang tidak diperuntukkan
untuk tempat tinggal; jika diperintahkan untuk pindah, mereka akan merasa diusik,
tidak dimanusiakan, merasa diancam dan menghiba untuk dibenarkan kesalahannya
yang sudah lama. Seorang pekerja yang terbiasa kerja santai dan sesukanya, jika
ditegur dan diancam akan dipecat, ia akan merasa diperlakukan tidak baik dan
kesalahannya yang sudah ia lakukan terlupakan. Mereka cenederung memepertahankan
diri dengan menganalogikan kondisi lain disekitarnya. Mencari pembenaran diri untuk
kesalahannya dengan mencari kesalahan lain disekitarnya atau pada person yang
memberi ancaman.
Ancaman diperlukan pada saat
kondisi tidak baik jika dibiarkan terus menerus, supaya lahir kenyamanan untuk
situasi dan kondisi yang lebih besar.
Wnj, 11:36 29032025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar